Artikel
Praftiwi Umitri
Memanfaatkan Ekonomi Digital

Satu Platform untuk Keragaman Kain Se-Indonesia Raya

Indonesia diberkahi dengan keragaman budaya nusantara termasuk keragaman kain khas daerah. Kain khas daerah merupakan esensi dalam pakaian adat, namun berbeda dengan pakaian adat yang hanya dapat digunakan pada acara tertentu, kain ini dapat digunakan dalam setiap kesempatan. Kain dari setiap daerah mempunyai ciri khas dan karakter yang dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain letak geografis, sisi spiritual, keadaan alam sekitar, serta sifat dan tata penghidupan daerah. Dengan kekhasan dan karakter yang dimilikinya memberikan keunikan dan kesan eksotis yang bernilai jual bagi kain terutama dari segi motif, metode pembuatan, dan bahan yang digunakan. Sebagai contoh beragam kain nusantara antara lain: kain songket, kain batik, kain tenun, ulos raga, sorjan, dll. Kekayaan budaya Indonesia harus kita lestarikan dan manfaatkan untuk kemajuan bangsa. Keragaman etnis kain dapat berkontribusi dalam memajukan perekonomian.

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) perlu membuka fasilitas bagi para produsen kain khas daerah dengan mengembangkan sebuah platform yang mempermudah dalam hal pemasaran. Alur platform bisa dimulai dengan penambahan menu “khazanah kain” pada laman milik BEKRAF. Saat platform diakses, akan menampilkan submenu dropdown berisikan nama seluruh provinsi di Indonesia. Selanjutnya masyarakat sebagai konsumen bisa memilih kain khas dari provinsi mana yang ia inginkan, kemudian akan muncul seluruh produsen kain khas daerah dari provinsi tersebut yang mengikuti program ini. Platform akan mengarahkan konsumen ke toko online tempat produsen memasang atau menjual kainnya baik pada marketplace ataupun laman personal. BEKRAF juga dapat membubuhkan literasi terkait filosofi dari kain atau video pembuatannya.  Resikonya BEKRAF harus menambah data server. Lebih lanjut dikembangkan aplikasi untuk ponsel cerdas. BEKRAF sendiri sudah memiliki menu unduh aplikasi pada lamannya dimana berisikan 3 aplikasi yang berarti BEKRAF telah mengembangkan ranah di dunia digital.

Terlebih dahulu BEKRAF perlu mensosialisasikan kepada para produsen kain khas daerah di penjuru negeri tentang rancangan platform dan cara kerjanya. Kemudian para produsen diminta untuk mendaftarkan produk dengan mengisi formulir yang akan masuk dalam database milik BEKRAF. Poin terpenting pada isian tersebut selain identitas produsen ialah alamat laman online tempat produsen menaruh produknya. Agar platform menjadi familier maka dapat memanfaatkan media sosial untuk pemasaran.

Peran BEKRAF sebagai jembatan antara produsen kain khas daerah dengan peminatnya ini bisa diterapkan sebagai perwujudan beberapa poin deklarasi “21 Bali Agenda” dalam World Conference on Creative Econony (WCCE) 2018. Hal ini pun sejalan dengan visi dan misi BEKRAF serta masuk kedalam salah satu kategori yang menjadi fokusnya, yakni subsektor fashion.

Dari segi sumber daya manusia, generasi muda Indonesia siap dan cakap untuk bekerjasama dengan BEKRAF dalam mengembangkan platform. Inteligensi generasi muda Indonesia tidak usah diragukan lagi, bahkan perlu mendapat apresiasi dari pemerintah dengan memanfaatkannya dalam berbagai bidang. Selain menguntungkan bagi produsen kain, platform juga akan menguntungkan bagi start-up marketplace online besutan anak bangsa.

Setelah banyak diakses dan diunduh oleh pengguna dunia maya, platform juga bisa difungsikan untuk menampilkan iklan oleh BEKRAF terkait program dan kinerjanya maupun dari kementerian pariwisata agar masyarakat dapat mengetahui hal-hal yang dirasa perlu. Semisal tajuk destinasi “10 Bali Baru” yang masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Melalui platform yang mewadahi kain khas daerah se-Indonesia raya ini BEKRAF dapat membantu kementerian pariwisata dalam mensosialisasikan bahwa pemerintah sedang melakukan pengembangan terhadap potensi 10 lokasi tujuan wisata tersebut yang harapannya meningkatkan wisatawan sehingga investasi besar-besaran pemerintah pada destinasi “10 Bali Baru” dapat tercapai tujuannya.

Dengan mempromosikan platform ini dalam pameran internasional tentang ekonomi kreatif maupun pameran internasional yang diikuti kementerian pariwisata bertajuk wonderful Indonesia menjadi jalan agar diketahui mancanegara sekaligus membuka celah sebagai penambah devisa. Tentu banyak peminat dan pengoleksi kain etnis dari penjuru dunia, mereka dapat dimudahkan dalam pencarian ragam keetnikan kain nusantara melalui mediasi ini.

Inovasi dalam memanfaatkan dengan bijak kekayaan budaya dan inteligensi manusia Indonesia perlu terus dikembangkan. Kekayaan budaya adalah berkah yang dapat memajukan negeri kita. Menciptakan industri 4.0 yang mendukung produsen industri kecil dan menengah (IKM) bidang budaya selain memberikan manfaat bagi manusianya juga ikut melestarikan warisan leluhur. Sebagaimana yang diharapkan oleh Presiden Joko Widodo saat membentuk BEKRAF di tahun 2015 bahwa ekonomi kreatif yang lebih bertumpu pada keunggulan sumber daya manusia layak menjadi prioritas agar kelak menjadi tulang punggung perekonomian bangsa.



Kembali ke artikel lainnya readers
© Copyright 2019. All Rights Reserved