Artikel
Dicky Maldini
Sumber Daya Manusia untuk Indonesia Maju

JAUHKAN KEBIASAAN BURUK, CIPTAKAN PRIBADI BERKARAKTER

Presiden kita, Joko Widodo telah menyelesaikan tugasnya dalam periode pertama kemarin dengan bukti yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Banyak pertikaian yang timbul dari masyarakat, mengapa daerah-daerah kecil saja yang dibangun? Mengapa di kota-kota besar tidak dibangun? Bla.bla.bla banyak keluhan dari masyarakat Indonesia.

Pernahkah kita berpikir, mengapa Joko Widodo membangun kontruksi di daerah-daerah kecil? Masyarakat menganggap semua hal ini tidak adil, pembangunan hanya dinikmati daerah tertentu. Sebagai masyarakat Indonesia saya berpikir, “ Ohh, Jokowi mungkin ingin memajukan daerah-daerah tersebut yang mungkin menurut Jokowi masih belum bisa dicapai oleh pemerintah sebelumnya, atau mungkin Jokowi sudah punya rencana jika ada akses antar kota, dapat mempermudah perekonomian yang dimana awalnya daerah-daerah tertentu hanya dapat diakses melalui jalur udara.

Saat ini, Presiden Jokowi telah masuk ke dalam periode keduanya. Ia ingin berfokus untuk menstabilkan perekonomian di Indonesia. Pernahkah kita berpikir, apa sih yang dapat kita lakukan untuk Negara kita ini?Apakah saya bisa berkontribusi untuk Negara ini? Apa saat ini yang dibutuhkan Negara kita?. Bayangkan seluruh masyarakat Indonesia berpikir seperti itu, akankah Indonesia dapat maju?

Perekonomian di Indonesia bisa dibilang masih belum stabil dimana masih banyak pengangguran, kemiskinan, dsb. Saat ini, Jokowi sudah banyak membuka training untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Training-training untuk tenaga kerja ini dapat di manfaatkan untuk teman-teman semua. Banyak orang bingung, mengapa sih ngelamar ke sana kemari gak diterima-terima. Pernahkah teman-teman menggali apa masalah dalam diri teman-teman semua.

Ikut berkontribusi dalam untuk Negara kita memanglah tidak mudaH. Kita masih sekolah, saya masih kuliah. Teman-teman dapat ikut berkontribusi dengan belajar yang rajin yang dimana teman-teman sedang menempa diri teman-teman agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas untuk di masa depan. Buang pikiran teman-teman tentang untuk apa sekolah, buat apa kuliah, mendingan langsung kerja. Pertanyaannya adalah maukah perusahaan besar mempekerjakan orang tidak berpendidikan?

Di sekolah kita bukan semata-mata menuntun ilmu dan mengejar nilai A atau nilai 90+ bahkan 100. Di sekolah kita ditempa untuk menjadi pribadi yang berkarakter, berattitude, pribadi yang bertanggung jawab, pribadi yang dapat dipercaya. Mampukah kita menjadi salah satu pribadi tersebut?

Banyak orang beranggapan, ngpain aku kerjain,  toh ada dia yang bisa ngerjain? Lalu ada yang beranggapan, santai aja, masih lama kok tugas tersebut di kumpul. Sikap-sikap seperti inilah yang dapat menghancurkan diri kita, menghancurkan karakter kita menjadi karakter yang buruk. Generasi-generasi seperti kita, atau biasa disebut generasi milenial, tidak seperti generasi-generasi sebelumnya. Generasi milenial saat ini sudah masuk ke dalam persaingan yang sangat ketat, yang dapat kita sebut persaingan di era digital. Banyak orang beranggapan “ aku kuliah IT, ntar mau jadi apa? Ntar lulus fakultas ekonomi jadi apa? Lulus sastra jadi apa bla bla bla. Jika seluruh manusia berpikiran seeprti itu, janganlah berharap banyak tenaga yang berkualitas dari Negara kita.

Saat ini, banyak sekali perusahaan-perusahaan menuntut pegawainya lulusan sarjana, bisa berbahasa asing, bisa mengakses ini itu. Tanpa pendidikan apakah anda bisa memiliki itu semua? Untuk mendapatkan ilmu, teman-teman sebenarnya cukup bisa belajar melalui media saat ini, seperti menonton berbagai tutorial, cara-cara mengakses aplikasi ini itu. Semua sudah bisa teman-teman dapatkan. Dengan menjadi pribadi yang ingin tahu, pribadi yang haus akan pendidikan, percayalah teman-teman semua pasti menemukan ilmu-ilmu yang sangat berguna. Tidak semua orang dapat mempelajari satu ilmu dari satu sumber. Kadang ada dijelasin langsung mengerti, kadang ada yang harus membaca sendiri baru mengerti. Maka, kita harus bisa memahami apa sih kelebihan dan kekurangan kita, agar kita siap menutupi kekurangan-kekurangan kita. Maka, marilah kita ciptakan tenaga-tenaga berkualitas bagi bangsa kita. Kita bukan hanya sebagai generasi digital, tetapi kita ada generasi harapan bangsa kita yang diharapkan Negara dapat ikut berpartisipasi dalam pengembangan Negara kita untuk menjadi Negara maju.



Kembali ke artikel lainnya readers
© Copyright 2019. All Rights Reserved