Artikel
Djoko Subinarto
Pembangunan Infrastruktur dan Manfaatnya Bagi Masyarakat

Infrastruktur Hijau dan Kesejahteraan Masyarakat

SELAIN berkontribusi terhadap tumbuhnya investasi, keberadaan infrastruktur hijau juga berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan, kesejahteraan dan produktivitas masyarakat.

Ketersediaan infrastruktur yang memadai merupakan hal mutlak untuk menggapai pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Tentu saja, pembangunan dan peningkatan infrastruktur ini harus dilakukan secara merata serta menyeluruh, baik di kawasan perkotaan maupun di perdesaan, di segenap penjuru Tanah Air.  Adanya pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang seimbang diharapakan bukan saja mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan, tetapi juga  menutup peluang terjadinya diparitas ekonomi antara perkotaan dan perdesaan.

Kita mengapresiasi upaya pemerintah kita yang sedang terus berupaya melakukan pembangunan dan peningkatan infrastruktur. Sejauh ini, terdapat setidaknya tiga jenis infrastruktur yang sangat dibutuhkan dalam upaya menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di negeri ini. Ketiga jenis infrastruktur itu adalah: infrastruktur keras, infrastruktur lunak dan infrastruktur hijau.

Infrastruktur keras merujuk kepada fasilitas-fasilitas yang mendukung bidang transportasi (bandara, jalan kereta-api, jalan raya, dan pelabuhan), energi (pembangkit listrik, pipa gas dan pipa minyak), telekomunikasi (telefon dan saluran internet) serta kebutuhan dasar (air bersih, irigasi, rumah sakit, sekolah).

Adapun infrastruktur lunak merupakan fasilitas yang mendukung beroperasinya infrastruktur keras. Infrastruktur lunak antara lain terdiri dari kebijakan, regulasi, mekanisme pemerintahan, sistem dan prosedur, jaringan sosial, transparansi dan akuntabilitas dalam hal pembiayaan dan sistem pengadaan barang serta jasa.

Sementara itu, infrastruktur hijau merujuk kepada jaringan ruang hijau terbuka, baik yang baru maupun yang sudah ada, baik di perkotaan maupun di perdesaan, yang menopang berjalannya proses ekosistem secara alami.  Menurut Green Infrastructure Worksheet yang disusun oleh Town and Country Planning Association (TCPA), Inggris, infrastruktur hijau meliputi antara lain: taman, kebun, hutan, lahan pertanian, sungai, danau, dam, rawa-rawa, lahan pekuburan, padang rumput, pantai, kebun raya, bangunan/situs bersejarah, sistem drainase, jalur sepeda dan jalur pejalan kaki.

Dilihat dari aspek ekonomi, kesehatan dan lingkungan hidup, ketersediaan infrastruktur hijau setidaknya berkontribusi secara positif terhadap terciptanya hal-hal sebagai berikut.

Pertama, menumbuhkan investasi. Ketersediaan infrastruktur hijau dapat menaikkan citra sebuah kawasan sehingga memberi nilai lebih bagi kawasan itu, yang pada gilirannya mampu mendorong minat orang untuk berinvestasi.

Kedua, memberi nilai tambah sektor properti. Berbagai kajian menujukkan, properti yang berada di dekat ruang-ruang hijau terbuka memiliki nilai jual yang lebih tinggi sekitar delapan persen. Di sisi lain, kawasan-kawasan yang memiliki infrastruktur hijau yang baik umumnya lebih banyak menarik minat pengunjung sehingga membuka berbagai peluang kerja dan usaha.

Ketiga, meningkatkan produktivitas. Tidak diragukan lagi, lingkungan yang asri berpengaruh kepada produktivitas kerja. Sejumlah penelitian menyimpulkan, mereka yang bekerja di lingkungan yang asri, selain bekerja dengan lebih baik dan lebih produktif, juga mengalami  penurunan dalam soal tingkat stress, kesakitan dan kemangkiran.

Keempat, membuka potensi pariwisata. Infrastruktur hijau yang terjaga dan tertata dengan baik dapat menjadi wahana rekreasi serta pendidikan warga, dan sekaligus menjadi ikon penting sebuah kawasan yang ikut menambah daya pikat pariwisata kawasan itu.

Kelima, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Ketersediaan infrastruktur hijau yang memadai bakal mendorong masyarakat untuk melakukan sejumlah aktivitas luar ruang seperti, jalan-jalan, bersepeda atau melakukan olahraga lainnya yang menopang terciptanya gaya hidup sehat.  Tatkala masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang tinggi, maka produktivitas mereka, tentu saja, akan meningkat pula. Jika produktivitas meningkat, kesejahteraan dan kemajuan ekonomi pun akan ikut meningkat.

Keenam, mendorong roda perekonomian warga. Infrastruktur-infrastruktur hijau yang tersedia memberi peluang lebih besar bagi masyarakat untuk melakukan ativitas rekreatif, yang bukan hanya menjadikan masyarakat semakin bugar dan sehat, tetapi juga menjadikan roda perekonomian ikut bergerak lantaran terciptanya sejumlah peluang usaha.

Ketujuh, menaikkan kualitas kawasan. Hasil beberapa studi menunjukkan bahwa ketersediaan berbagai infrastruktur hijau memberi kontribusi dalam hal meningkatkan interaksi sosial warga, mengurangi kekerasan rumahtangga, menurunkan kriminalitas, mengurangi perilaku agresif anak, meningkatkan kinerja belajar anak di sekolah serta meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat. Semua ini memengaruhi kepada kualitas kawasan secara positif yang pada gilirannya berimbas pada aktivitas kehidupan ekonomi masyarakat yang positif pula.

Kedelapan, mendukung keanekaragaman hayati. Keberadaan infrastruktur  hijau akan membentuk sebuah ekosistem yang saling bergantung dan saling mendukung. Rusak atau berkurangnya infrastruktur hijau akan melenyapkan berbagai fauna serta flora, yang pada gilirannya merusak keaneka-ragaman hayati sebuah kawasan, yang dapat mengurangi dukungan bagi terciptanya pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Kesembilan, meminimalisir bencana. Keberadaan infrastruktur-infrastruktur hijau akan mengurangi aliran air di permukaan tanah sewaktu turun hujan sehingga mengurangi risiko banjir, karena air akan segera terserap ke dalam tanah yang pada gilirannya akan meningkatkan cadangan air sebuah kawasan. Sebagaimana diketahui, risiko banjir dan ketersediaan pasokan air bersih akan sangat memengaruhi berjalannya roda perekonomian.

Mempertimbangkan kontribusinya yang demikian penting, baik untuk kesehatan lingkungan maupun perekonomian, jelas,  ketersediaan infrastruktur hijau tidak boleh dipandang sebelah mata, apalagi diabaikan begitu saja. Ketersediaannya harus benar-benar direncanakan, ditata dan dikelola secara baik serta menyeluruh, bersama-sama dengan ketersediaan infrastruktur keras maupun infrastruktur lunak.



Kembali ke artikel lainnya readers
© Copyright 2019. All Rights Reserved