Artikel
Erik Purnama Putra
Destinasi Pariwisata Indonesia

Kesuksesan Umbul Ponggok dan Peran Promosi Medsos

Kisah sukses badan usaha milik desa (BUMDes) Ponggok Tirta Mandiri, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng), sepertinya menarik untuk dikupas. Bagaimana tidak? Dari hanya sekadar kolam air biasa, kawasan itukini menjadi lokasi wisata yang diperbincangkan masyarakat seantero negeri, berkat dikelola secata tepat oleh pengurus BUMDes,. Capaian itu sampai mengundang ketertarikan banyak pihak untuk belajar langsung bagaimana mengelola potensi desa untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata populer yang menyejahterakan masyarakat sekitar.

Semua itu bermula pada 2009, ketika BUMDes Ponggok Tirta Mandiri didirikan. Berkat tangan dingin para pengurusnya, sumber air alami yang berada di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, ini disulap hingga bisa menghasilkan pemasukan bagi kas desa.

Pada awalnya, pengelolaan tempat wisata ini belum dilakukan secara profesional, sehingga tidak berhasil menarik minat pengunjung. Baru pada 2012, BUMDesmenunjukkan perkembangan menggembirakan lantaran mencatatkan pendapatan kotor sebesar Rp 150 juta. Setahun kemudian, pendapatan meningkat empat kali lipat menjadi Rp 600 juta. Pada 2014, terkumpul pendapatan Rp 1,1 miliar.

Tahun berikutnya, pengurus yang ditargetkan menorehkan pendapatan Rp 3,8 miliar, malah berhasil mengumpulkan Rp 6,1 miliar. Target pada 2016 sebanyak Rp 9 miliar dijawab dengan capaian memuaskan di angka Rp 10,3 miliar. Pada 2017, pendapatan terkumpul Rp 12 miliar. Selama 2018, pemasukan tercatat mencapai Rp 14 miliar. Bahkan, selama libur akhir tahun 2018 dan Tahun Baru 2019, pemasukan rata-rata sebesar Rp 100 juta per hari.

Direktur Tirta Mandiri Joko Winarno mengatakan, besarnya penerimaan itu membuat pihaknya sampai mengembangkan 13 lini bisni, yang sembilan di antaranya sudah berbentuk perseroan terbatas (PT). Usaha itu meliputi kuliner, ritel, penyewaan gedung, rental mobil, hingga biro wisata, yang semuanya dikelola warga setempat. Setiap warga juga bisa menanamkan investasi sehingga ikut merasakan pendapatan bulanan dengan sistem bagi hasil, seiring kenaikan pemasukan yang didapat BUMDes.

Keuntungan itu belum memasukkan masyarakat sekitar yang ikut menikmati manfaat tidak langsung kehadiran ribuan pengunjung, yang membelanjakan uangnya untuk membeli makanan, oleh-oleh, suvenir, hingga membayar tiket parkir.Perputaran uang yang besar itu membuat desa yang dahulunya miskin, kini bermetamorfosis menjadi desa kaya karena menjadi jujugan utama wisatawan dari berbagai daerah.

Melihat berbagai capaian itu, tidak mengherankan Umbul Ponggok pernah dinobatkan sebagai Desa Wisata Pemberdaya Masyarakat BUMDes terbaik nasional pada 2017 oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang penasaran dan kagum dengan perkembangan Umbul Ponggok, sampai mengunjungi tempat ini pada Agustus 2017. Sri memuji peran kepala desa maupun pengurus BUMDes yang menorehkan capaian fenomenal, sehingga ikut mendorong terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Kreatif

Pada awalnya, BUMDes Ponggok Tirta Mandiri hanya dikelola tiga orang. Namun, perkembangan yang pesat membuat pengurusnya membengkak menjadi 82 orang yang semuanya digaji di atas upah minimum kabupaten (UKM) Klaten. Semua itu bisa terwujud bermula dari hanya pengelolaan sumber air alami yang dikemas secara //out of the box// dan kreatif. Pun kemajuan yang dicapai terjadi jauh sebelum adanya dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat mulai 2015.

Dari sini, kita bisa belajar bagaimana pengurus BUMDes sepertinya sudah memahami karakter dan psikologis wisatawan lokal, khususnya kelompok milenial. Pasalnya, kalau hanya sekadar sumber air dalam kolam saja maka daerah lain juga punya tempat wisata seperti itu. Sehingga, Umbul Ponggok tidak memiliki diferensiasi dan nilai jual untuk menarik wisatawan untuk datang berkunjung.

Atas dasar itu, muncul ide untuk membuat dan menambah fasilitas yang dengan cepat membuat Umbul Ponggok menjadi destinasi wisata populer baru di Indonesia. Tidak hanya dalam lingkup Klaten atau Jateng, kolam alami ini bahkan sempat viral dan menjadi //trending topic// di media sosial (medsos) yang jangkauannya hingga ke luar negeri.

Pengurus BUMDes tampaknya pintar menangkap peluang maraknya penetrasi gawai dan medsos. Karena kebanyakan wisatawan yang datang adalah anak-anak muda yang pasti memiliki gawai (//gadget) maka diberilah sentuhan //instagramable// di lokasi kolam alami berukuran 50x25 meter dengan kedalaman 1,5 meter-2,6 meter, ini. Bagi wisatawan yang ingin menyelam, bisa berfoto dengan sepeda ontel, vespa, sepeda motor, hingga tempat berkemah yang ditaruh di dasar kolam.

Pengalaman lain yang didapatkan pengunjung yang berenang maupun menyelam adalah bisa merasakan sensasi dikelilingi ikan dan bebatuan yang menghiasi dasar kolam yang dibiarkan berpasir. Meski banyak ikan, namun tidak ada bau amis lantaran mata air terus mengucur deras dan tetap jernih! Tidak mengherankan, pengurus sampai menyediakan paket menyelam hingga foto //prewedding// dalam kolam menggunakan kamera //under water//, yang ternyata laris dipesan.

Tidak sedikit pengunjung yang memilih beberapa paket yang ditawarkan dengan harga terjangkau. Karena tenaga yang disediakan sudah profesional maka hasil foto pun bagus. Sehingga berawal dari omongan, menyebarlah paket wisata itu yang secara tidak langsung menyumbang pendapatan desa dalam jumlah menggiurkan.

Yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, mereka selepas berwisata pasti akan mengunggah fotonya ke akun medsos, bisa //Instagram//, //Facebook//, //Twitter//, maupun menjadi profil //WhatsApp//. Secara tidak langsung, rekan-rekan pengunjung itu mengetahui lokasi wisata tersebut, yang menghadirkan pengalaman seru. Pengalaman menyelam sekaligus berfoto di dalam sumber dengan gaya terkini membuat mereka wajib untuk 'memamerkan' aktivitas tersebut.

Hal itu otomatis membuat pengunjung menjadi pihak yang ikut mempromosikan Umbul Ponggok. Karena pulang dengan keadaan bahagia, mereka dalam membuat status atau //caption// pastinya bernada positif, sehingga menjadikan tempat wisata itu mendadak populer di medsos. Penulis membuka //Instagram//, tagar #umbulponggok mencapai 89,5 ribu unggahan  dan #umbulponggoklaten lebih 10 ribu unggahan. Semua promosi gratis itu dilakukan para pengunjung yang mendapatkan kesan memuaskan selama berwisata di situ.

Media massa yang melihat adanya fenomena tempat wisata alam yang sedang naik daun, akhirnya ikut-ikutan mengulasnya. Otomatis, masyarakat seluruh penjuru Tanah Air akhirnya mengetahui Umbul Ponggok yang mendapatkan liputan luas hingga menjadi bahan pembicaraan warganet (//netizen//).

Peran besar medsos

Karena terus mendulang pemberitaan positif, beberapa pejabat eksekutif dan legislatif daerah pun akhirnya berdatangan untuk melakukan studi banding dan belajar bagaimana mengelola tempat wisata hingga sukses mendatangkan banyak pengunjung. Dari sebelumnya yang hanya sumber air biasa, kini nama Umbul Ponggok menjadi tujuan studi bandingmereka yang ingin melihat langsung upaya pengurus BUMDes dalam mengantarkan potensi desanya menjadi tujuan wisata yang sangat fenomenal.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sampai menggunggah foto pengunjung berfoto dengan gaya naik sepeda motor di dasar kolam Umbul Ponggok pada 27 November 2018. Jokowi memuji pencapaian wisata alam yang semakin maju berkat bantuan dana desa yang digunakan membangun infrastruktur penunjang pariwisata.

Mendapat promosi langsung dari orang nomor satu di republik ini membuat Umbul Ponggok benar-benar dalam fase paling sukses. Pasalnya, promosi gratis yang dilakukan Jokowi, yang memiliki puluhan juta pengikut medsosmenambah kuat citra Umbul Ponggok sebagai lokasi wisata unggulan, yang layak didatangi semua kalangan, baik anak muda maupun keluarga.

Satu hal yang selama ini kerap dilupakan pengurus BUMDes lain dalam mempromosikan potensi wisata yang dimilikinya, yaitu tidak menggunakan medsos sebagai medium promosi untuk menjangkau khalayak luas. Mengutip data Tomato Digital Indonesia, dari total 268 juta penduduk pada awal 2019, pengguna internet aktif sudah tembus 150 juta orang atau 56 persen populasi. Adapun 142,8 juta orang diketahui sebagai pengguna internet yang mengakses dari ponsel. Selanjutnya, terdapat sekitar 150 juta orang memiliki akun medsos, yang 130 juta orang mengakses medsos dari ponsel.

Dari data ini, dapat diambil kesimpulan promosi di medsos memegang peranan sangat penting bagi sebuah BUMDes ketika ingin mengenalkan lokasi wisata yang potensial kepada banyak orang. Dengan cukup bermodal foto dengan //angle// menarik, dramatis, menundang decak kagum, dan nuansa terkini tempat pariwisata maka semua pengguna medsos di ponsel bisa mengaksesnya. Keberhasilan Umbul Ponggok dalam mempromosikan diri wajib dijadikan contoh sempurna supaya pengurus BUMDes lain bisa ikut tergerak dalam memajukan desanya.

Di sinilah peran Kementerian Desa PDT untuk bisa memfasilitasi sebuah acara yang dihadiri pengurus BUMDes terpilih agar dapat bertanya langsung bagaimana perjalanan Umbul Ponggok dalam melewati rintangan hingga bisa sampai sesukses sekarang. Kalau perlu, Umbul Ponggok dijadikan //pilot project// dan pengurusnya diajak berkeliling untuk bertestimoni memberikan semangat kepada pengurus BUMDes lain agar bisa mengikuti jejak kesuksesan tersebut.

Karena tidak ada keberhasilan yang datang tiba-tiba. Sehingga pengurus BUMDes Ponggok Tirta Mandiri pasti akan mengungkapkan juga kendala yang pernah dihadapi, namun berhasil diatasi berkat keuletan mereka dalam menjaga semangat pengabdian untuk memajukan desanya.Dengan adanya komunikasi dua arah dan dijawab langsung oleh pengurus, diharapkan rahasia sukses itu menular dan diterapkan pengurus BUMDes lain supaya terpacu berbuat lebih baik untuk membuat desanya maju.

 



Kembali ke artikel lainnya readers
© Copyright 2019. All Rights Reserved