Artikel
Wahyu Daffa Amisesa
Pembangunan Infrastruktur dan Manfaatnya Bagi Masyarakat

Ibukota Baru: Pentingnya Merangsang Pembangunan Fasilitas Logistik dan Rantai Pasokan di Pulau Kalimantan

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan akan melakukan pemindahan Ibukota Indonesia ke Pulau Kalimantan, Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara — dengan berbagai pertimbangan. Dalam artikel ini, saya akan membahas pemindahan Ibukota dari perspektif logistik dan rantai pasokan di Indonesia. Desentralisasi pembangunan logistik dan rantai pasokan Indonesia harus dirangsang ke luar Pulau jawa karena akan menyongsong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan lebih tinggi lagi. Mengapa logistik dan rantai pasok perlu diperhatikan dan dibangun?

Logistik merupakan koordinasi terperinci dari operasi kompleks yang melibatkan banyak orang, fasilitas, atau persediaan. Fokus utama logistik adalah untuk mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi produksi. Logistik dan rantai pasokan merupakan hal yang vital dalam perekonomian Indonesia. Hal-hal terkait harga barang, upah minimum, indeks per kapita daerah, ketersediaan barang, dan transfer teknologi merupakan pokok utama pentingnya logistik dan rantai pasokan. Hal-hal ini melibatkan banyak kegiatan kompleks, yang memerlukan keputusan strategis optimal agar dapat beroperasi secara efisien dan efektif. Dikarenakan manajemen logistik mengalami banyak tekanan karena industri global yang terus berubah-ubah, mereka memerlukan suatu dasar pengambilan keputusan yang kredibel dalam manajemen logistiknya, salah satu contohnya adalah regulasi dan langkah konkret pembangunan yang dilakukan suatu pemerintahan di negara tertentu.

Ibukota Baru Pemikat Hati Investor

Dalam suatu perusahaan, manajer logistik secara kritis mengevaluasi kinerja lokasi fasilitas dalam periode masa lalu, sekarang dan masa depan. Perubahan kondisi dalam teknologi dan meningkatnya persaingan di lingkungan bisnis telah memaksa organisasi untuk berinvestasi dan fokus pada sistem logistik mereka. Keputusan strategis mengenai lokasi fasilitas seperti pabrik, pusat distribusi dan pengecer memiliki dampak kuat pada profitabilitas rantai pasokan yang mereka jalani dalam proses bisnisnya. Langkah pertama dalam menciptakan rantai pasokan adalah penempatan geografis dari fasilitas produksi, titik sumber, dan titik persediaan. Lokasi fasilitas melibatkan komitmen alokasi sumber daya untuk rencana jangka panjang. Jalur yang memungkinkan melalui mana produk mengalir ke pelanggan akhir ditentukan setelah ukuran, jumlah, dan lokasi fasilitas ditentukan. Keputusan ini sangat penting bagi perusahaan karena mereka mewakili strategi dasar untuk mengakses pasar pelanggan, dan akan berdampak besar pada pendapatan, biaya, dan tingkat layanan yang diterima pelanggan akhir mereka. Keputusan lokasi yang terencana dengan baik memungkinkan aliran bahan/barang/produk yang efisien melalui sistem distribusi, dan mengarah pada penurunan biaya dan peningkatan layanan pelanggan.

Melalui pemindahan Ibukota para investor akan sangat antusias untuk membangun pusat logistik dan rantai pasokan di Pulau Kalimantan. Pembangunan ini dapat memicu pertumbuhan profit perusahaan dan penurunan cost terkait logistik mereka dalam jangka panajang karena lokasi Pulau Kalimantan yang sangat strategis baik lingkup nasional maupun internasional..

Bagaimana Dampak Pembangunan Logistik dan Rantai Pasok di Kalimantan Bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Dalam lingkup Negara Indonesia, letak Kalimantan Timur merupakan titik sentral kepulauan Indonesia. Selain itu, Kalimantan Timur dekat dengan Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Singapura, Cina, dan Jepang. Hal ini akan menjadi latar belakang utama yang mendorong investor dan perusahaan multinasional dalam negeri maupun luar negeri membangun pusat logistik mereka di Pulau Kalimantan. Dampak pembangunan tersebut terserapnya tenaga kerja dan menipisnya kesenjangan pendapatan per kapita Indonesia. Berpindahnya Ibukota Indonesia, membuat kredibelnya strategi pembangunan yang akan dilakukan oleh perusahaan nasional dan internasional. Pembangunan logistik dan rantai pasokan pun akan semakin efisien dan efektif, terlebih pulau Kalimantan merupakan lokasi strategis Indonesia dan dunia. Semua ini akan bermuara pada pemerataan dan pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Lokasi fasilitas logistik merupakan elemen penting dalam rantai pasokan dan memiliki dampak besar pada efisiensi berbagai kegiatan logistik. Lokasi fasilitas logistik melibatkan banyak aspek, seperti lokasi pabrik, lokasi perakitan serta pusat distribusi. Lokasi fasilitas logistik memainkan peran penting dalam keberhasilan jaringan logistik. Pentingnya lokasi fasilitas logistik mendapatkan banyak perhatian dewasa ini karena perusahaan dengan cepat menyadari seberapa pentingnya membangun fasilitas logistik.

Adapun pertimbangan perusahaan akan membangun fasilitas logistiknya di Pulau Kalimantan, salah satunya karena dekat dengan kegiatan administrasi dan ekonomi suatu negara. Dengan terpilihnya Pulau Kalimantan sebagai ibukota masa depan Indonesia, akan memicu terbangunnya fasilitas logistik perusahaan-perusahaan multinasional dan nasional di Pulau Kalimantan. Hal ini akan memicu terjadinya rantai pasokan yang baik. Rantai pasokan dikatakan baik jika memiliki kinerja yang efisien dan efektif. Hal tersebut dapat tercermin dari stabilnya dan meratanya harga-harga barang di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Tidak dipungkiri juga usaha-usaha lokal di Pulau Kalimantan akan terangsang dan menjadi perusahaan komplementer bagi industri manufaktur besar di Indonesia.

Jadi, pemindahan ibukota bukan semata-mata hanya memindah, namun juga melihat berbagai faktor, salah satunya adalah pemerataan. Pemerataan akan selalu diawali dengan efisien dan efektifnya suatu produk diproduksi di daerah tersebut, yang akan berujung meningkatnya keuntungan perusahaan, upah minimum, kualitas hidup, dan pembangunan masyarakat. Suatu produk dapat diproduksi secara efisien dan efektif dengan adanya pembangunan fasilitas logistik dan rantai pasokan yang tepat dan kredibel. Salah satu yang menjadi tolak ukurnya kredibel atau tidaknya adalah adanya pusat administrasi yang mendorong terjaminnya keamanan, arus uang, dan fasilitas-fasilitas penunjang perusahaan terkait seperti: jaringan komunikasi, listrik, pelabuhan, pelabuhan, bandara, dan akses jalan.



Kembali ke artikel lainnya readers
© Copyright 2019. All Rights Reserved