Artikel
Deni Iwan Dahlan
Memanfaatkan Ekonomi Digital

Jack Sparrow Era Digital, Kemana Navigasimu?

Jack Sparrow adalah seorang tokoh bajak laut dalam film. Dia berlayar di tengah samudera untuk mencari sesuatu yang berharga seperti mata air keabadian dan trisula penebus kutukan. Dia mahir berpedang, berotak cerdik dan punya visi. Sayangnya, kompas miliknya sering berputar-putar dan tidak menunjukkan arah yang jelas.

Karena navigasi kompasnya tidak jelas, Jack terpaksa bertemu halangan dan rintangan yang menyulitkan dirinya. Berlayar kesana-kemari namun tak pernah sampai tempat tujuan. Bertemu dengan perompak lain dan bersusah-payah melawan mereka. Bahkan dia terpaksa menghadapi monster yang mengancam nyawanya yaitu Kraken.

Kraken adalah seekor gurita raksasa yang tinggal di lautan. Tubuhnya sepuluh kali lipat dari kapal Jack sehingga ketika berhadapan dengannya, Jack menguras banyak waktu dan tenaga.

Tubuh Kraken yang sangat besar juga menciutkan nyali kru dan awak Jack. Saking takutnya, beberapa kru putus asa lalu meninggalkan kapal. Parahnya, Kraken tidak dapat dilihat secara langsung. Ia tinggal di bawah lautan sehingga orang-orang menyangka tidak ada apa-apa di bawah kapal mereka.

Pada saat itulah, Kraken muncul dengan tentakelnya yang besar dan mengagetkan mereka yang terlanjur merasa aman dan nyaman. Sekali sabet, kapal Jack yang kokoh itu menjadi luluh lantak berkeping-keping tak bersisa. Navigasi yang tidak jelas membuat Jack bingung, lelah dan pada akhirnya harus kehilangan kapalnya.

Manusia yang hidup sekarang dimudahkan oleh cepatnya informasi. Setiap detik selalu ada kabar baru. Sehingga jumlah informasi di internet sangat banyak.

Orang yang mencari informasi tinggal tap layar gadgetnya, lalu muncullah informasi yang diinginkan. Tapi karena saking cepatnya penyaluran informasi, maka dia bisa terpancing untuk baca artikel ini, menonton video itu, dan mengomentari seseorang yang tidak dikenalnya.

Celakanya, dari sekian banyaknya informasi yang dia baca, belum tentu semuanya berguna untuk dirinya. Hal ini membuat pembaca bingung, mana informasi yang sesuai dengan tujuannya dan mana yang hanya melelahkan otaknya saja. Persis dengan Jack yang bingung karena kompasnya berputar terus-menerus.

Bahkan, ada sebagian dari informasi itu belum tentu kebenarannya. Sebutan untuk kabar yang tidak jelas itu adalah hoaks. Hoaks bisa menguras banyak waktu dan pikiran. Hoaks bisa meruntuhkan semangat dan menipu dengan iming-iming tak masuk akal. Hoaks bisa menghancurkan kehidupan damai warganet. Hoaks adalah Kraken zaman now.

Netizen yang berselancar di lautan data sangat mungkin bertemu dengan hoaks. Saya sendiri sering terpancing membaca hoaks. Bahkan saya juga ikut berkomentar.

Lalu, saya juga men-share informasi itu kepada lingkaran saya. Akibatnya, tidak hanya saya yang bingung dan resah, tapi orang-orang di sekitar saya juga terkena imbasnya sehingga menyulitkan hidup mereka.

Salah satu cara untuk meminimalisir hal itu adalah dengan memilih informasi dari sumber terpercaya. Dengan cara itu, netizen bisa selamat dari serangan hoaks, sehingga pikiran tidak bingung ngalor-ngidul karena diseret oleh ombak data.

Ada banyak sumber di depan mata. Saya tidak tahu mana yang paling bisa dipercaya, tapi setidaknya beberapa poin di bawah ini saya pakai pertimbangan saat memilih sumber informasi.

Pertama, pihak yang bisa dipercaya adalah yang jarang menampilkan berita heboh. Banyak orang berlomba menyebar informasi atas nama kebaikan bagi sesama, tapi tak jarang pula sebagian orang membagikan kabar hanya untuk cari perhatian atau sensasi belaka. Media yang bisa dipertimbangkan kebenarannya adalah yang jarang memuat berita "wah" dan menggemparkan, karena biasanya mereka bisa membedakan mana kabar yang berguna bagi para pembacanya dengan kabar yang hanya menguntungkan dirinya saja.

Kedua, biasanya media yang layak dipercaya punya kejelasan. Maksudnya orang-orang yang berkontribusi dalam penyebaran informasi itu jelas ada siapa saja. Referensi yang dipakai jelas dari mana saja. Kalau media tersebut punya kantor, alamat kantornya jelas ada dimana. Semakin jelas profil suatu media, maka semakin besar kredibilitasnya.

Ketiga, sumber yang terpercaya biasanya sudah berdiri sejak lama. Ini bukan berarti sumber informasi yang belakangan muncul tidak punya kredibilitas. Hanya saja, seseorang yang sudah dikenal sejak lama tahu apa saja yang dibutuhkan dan apa yang tak perlu diungkapkan. Persis yang ditunjukkan oleh teman lama Jack yang bernama Gibbs. Walau dia sendiri dihimpit kesulitan, dia selalu memberikan informasi yang tepat sasaran dan berguna bagi pencarian si Jack.

Dengan melakukan beberapa pertimbangan di atas, kemungkinan menemui konten yang tidak kita inginkan akan mengecil. Pikiran pun lebih lapang dan kita masih punya banyak space, waktu dan tenaga untuk bekerja, berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Jadi, wahai Jack Sparrow era digital, apakah navigasi kita sudah sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai? Atau jangan-jangan, selama ini kita hanya sibuk berputar-putar seperti Jack, tanpa menyadari bahwa sebenarnya kita telah terombang-ambing tak berdaya di tengah lautan data.



Kembali ke artikel lainnya readers
© Copyright 2019. All Rights Reserved