Artikel
Reza Noviandy
Perbaikan Jaminan Kesehatan untuk Masyarakat

Sehat Mahal Harganya, Sakit Mahal Biayanya

Ketikamendengar kata ‘sakit’, apa yangsekiranyaterbesitdipikirananda? Yang pastiadalahandaakanmengatakan, “semogainitidakterjadipadaku.” Begitulahpilunyakeadaanitu. Siapapunpastiakanberusahamenghindarinya. Namun,keadaansepertiinidilakonioleh orang yang tidaksakitataubelummerasakannya. Tapibagaimanadengannasib orang-orang yang sudahmenderitapenyakit?

Disinisayadatanguntukmengulasfenomena yang terjadi di sekelilingkitamengenaisatu kata yang sepeleuntukdikatakan, namunsebenarnyaberatsekalibagipenderitanya. Apalagijikasipenderitatergolongmasyarakatmenengahkebawah.

Sekitartigaminggulalusayadatangkedepartemensosial, rencananyahendakmenguruskartu JAMKESDA. Sayadatangsaatpagibuta, dimanabelumada orang samasekaliselainsatpam. Karenaseseorangmengatakan di sanabiasanyaantripanjang, jam tujuhsajanomorantriansudahhabis, makasayadatangsecepatmungkin.

Sesampainyasaya di sana, tidakadaseorangpun yang mengantre, bahkankosonglompong. Makasayamelangkahkan kaki menujukantinterdekatdanmenanyakanprosedurpembuatan JAMKESDA. Si penjagakantinmulaimenuturkantatacarapembuatannyakarnaiasudahpernahmengurusnya. Dari keterangan yang diberikannya,terkesansangatribet. Kamuharusmengambilformulir di sini, lalupulanglagimenemuipak RT danpak RW, setelahnyakedinaskesehatan, laludinaskesehatanakanmeninjau, belumlagidinaskesehatanakanmemintaketeranganrawatjalan, dansebagainya.

Mendengarpenjelelasansepertiitutentunyamembuatsayaputusasa. Rumahsayabukannyadekat. Apakahbenarsayaharuspulanglagimenemuisemua orang yang telah di sebutkansipenjagakantin? Dan sayaberfikirhariinipastitidakakanselesai. Apakahsayaharusbolos kuliahlagibesok?

Sulitmemangjikahaliniterjadipada orang dengangolonganmenengahkebawah. Bingungkesanakemaricaripinjamanuanguntukbiayarawatinap di rumahsakit. Apalagimelihatkondisimasyarakat Indonesia yang notabenenyakurangmampu.

Setelahnyasayaputuskanuntukmendengarlangsungdaripetugasdepartemensosial. Setibanya sang petugas, iatidaklangsungmelayanimasyarakat yang kianberdatangan. Denganjuteknyaiamengatakan “Nantiya, sayaharusbeersih-bersihdahulu, menyapu, mengepel,” lalu sang petugas yang terdiridaridua orang itumengeluarkankursi-kursiuntuk orang yang antridenganserabutan, tidakmengenalsiapa yang pertamadatang, semuanyadianggapsama.

Sembarimenunggupetugasmembersihkanruangannya, sayaikutmenimbrungdenganibu-ibudanmengobrol. Merekamencurahkanbetapasulitnyamendapatkankartu JAMKESDA yang kininamanyaberubahmenjadi JKN KIS. Salah seorangwanita yang menggendonganaknyamenuturkan “Kemarinsayakedepartemenkesehatan, lalusipetugasmelayanisayadenganjuteknya, bahkanmembentak. Iamengatakanbahwa‘andadapatmengurusinijikaanakandasakitterlebihdahulu agarbisadapatkartu’.” Di situ hatisayabersedir,begitukahkeadaan? Bukankahkitaselalumendengaristilah ‘sediapayungsebelumhujan’? Laluhendakdikemanakanistilahturuntemurunitujikajawaban yang di dapathanyalahakanmenyayathati?

Sebenarnyafenomenainisudahmenyebardimana-mana. Kita yang sudahdatangjauh-jauhbahkanmengorbankankuliah, atausebagian yang lain bahkanmengorbankanpekerjaannya, namunperlakuan yang di dapatmalahterkesanmenginjak-injak orang miskin. Apasalahnyajikamerekasebagaipelayanmasyarakatmenjawabseluruhkeluh-kesahmasyarakatkurangmampusecaralemahlembut, ramah, dansebagainya. Mestinyabesoklusapemerintah yang membukalayanan CPNS mengutamakan orang-orang yang ramah, orang yang lihaimelayanimasyarakat, piawaidengankeadaan yang ricuhnamuntetaptenangdalammenjawab. Andaikansaja.

Bahkansayaberharapsejak lamakepada para PNS yang sudahbekerja di instansiuntukdiadakanpelatihankeramah-tamahan, karenamemangtugasmerekamelayanimasyarakat. Bahkansekiranyahaltersebutdapatdijadikansalahsatubahanseleksimenuju PNS. Karenabukanhanya di depatemensosialataupundepartemenkesehatan kami mendapatiperlakuansepertiitu, sayasudahberpengalamansekalidibidangmengurushal-hal yang berkaitandengandokumennegara, dansemuanyahampirsama. Bukannyaperlakuanmanis yang merekaperlihatkan, malahsebaliknya.Walaupuntidaksemuanyasepertiitu.

Parahnyalagi, merekaterkadangbertindakacuhtakacuh. Mengopersanasini, mengatakanandaharuskesini, setibanyasaya di sana, sang petugasmengatakan, sayaharuskesana, namunbegitu pula lagi, saya di operlagientahkemana. Urusansepertiinimembuatsayaputusasa, hilangsemangat, pataharangdansedih. Terkadang di ataskendaraan, sayamenitihkan air mata. Kenapaharrussepertiinisekaliberurusandengannegara? Tidakbisakahsemuarantaiinidiputusdantidakadalagibirokrasi?

Kembalikedepartemensosial, akhirnyasepasangpetugastadiselesaimembersihkanruangannyadanmemintaseluruhfotokopikartukeluarga kami yang akan di periksa di aplikasi, apakahterdaftarsebagaikeluargamiskinatautidak. Otomatissemua orang yang tadimengantre di kursidenganserobotanmenyodorkankartukeluarga. Padahalsaya yang datangpertama kali, tetapikartukeluargasaya yang teratas alias yang paling terakhirdiperiksa.

Setelahmenunggu sang petugasmengutak-atik computer mereka, seorangpetugaswanitamengatakan, “mohonmaaf, aplikasi kami sedangerror,bapak-bapakdanibu-ibudiharapkanmenunggu.” Baiklahsetelahsekian lama, akhirnyainilahjawabannya. Bagaimanajikaada orang yang keluargannyasedangsakitdandatangmenguruskartuitu? Bagaimanjikaada yang meninggalkanpekerjaannya? Bagaimanajikaiaterdesakhallainnya?

Begitulahgambarannya. Yang kaya makinsenang, yang miskinmakinmelarat. Di sibukkandenganurusanini-itu, padahal kami hanyainginmenuntutjaminankesehatanuntuk orang kurangmampu.



Kembali ke artikel lainnya readers
© Copyright 2019. All Rights Reserved